Gentong.me

Rabu, 05 Desember 2018

Kapolres Jember Selamatkan Warga Asing Dari Kepungan Massa Penolak Tambang Emas

Wednesday, 5 December 2018

Kapolres Jember Kusworo Wibowo, SH, SIK, MH selamatkan, Warga Asing yang dicurigai sebagai Investor penambang emas dari kepungan ratusan massa penolak tambang.

Aksi heroik Kusworo ini mengamankan warga Asing yang menggunakan 3 mobil roda empat dari ratusan massa tolak tambang emas di blok Silo yang menghadang itu dilaukan usai menerima kabar dari tokoh masyarakat setempat tentang adanya penhadangan warga Asing.

"Sekitar pukul 09.00 pagi, menginformasikan bahwa, ratusan warga masyarakat penolak tambang emas telah menghadang dan mengamankan orang asing yang dicurigai sebagi Investor tambang yang akan melakukan aktivitas." Ujar Kapolres Jember Kusworo Wibowo, Rabu (5 /12/2018) siang.

Masih kata Kusworo Wibowo "Kami mengharap kepada warga masyarakat Silo bisa mengendalikan diri, pasrahkan pada kami semua akan kami ambil keterangan maksud dan tujuan hedak ke lokasi tambang." Katanya

Dari keterangan sementara kedatangan 2 stap ESDM Jawa Timur Darmanto bersama 3 Warga Asing ke kelosi tambang hendak Survai,  karena tidak melakukan koordinasi dengan perangkat setempat, sehingga sempat terjadi penghadangan oleh warga penolak tambang desa Pace." Jelsanya.

Kusworo, menambahkan, Kejadian ini bisa dilaporkan pada pimpinan ESDM Propinsi Jawa Timur, bahwa warga silo tidak menginkan adanya penambangan di Blok Silo, sehingga menjadi pertimbangan untuk menentukan langkah yang dilakukan sejalan sebagaimana kita harapkan bersama.

Menurut Tokoh masyarakat setempat Taufiq, sejak SK Kementrian ESDM Jatim tentang Wilayah ijin usaha Pertambangan turun 20 September 2018 lalu, warga telah mendirikan Posko dan memeriksa setiap Warga asing yang keluar masuk Wilayah nya. "Hal ini dilakukan karena warga dengan tegas menolak segala aktifitas penambangan." Katanya.

Salah satu Stap Kementrian ESDM Propinsi Jawa Timur mengakui bahwa kedatangannya untuk survay beberapa lokasi. "Kami dari Surabaya Kantor ESDM Propinsi hendak melakuan survay saja tidak melakukan yang lain, hanya mau lihat-lihat saja tidak melakukan penelitian." Kilahnya.

Diberitakan bahwa warga Silo, dengan tegas menolak penambangan emas, komintmen tersebut juga ditegaskan Pemkab Jember yang disampaikan berkali-kali oleh  Bupati Jember, dr Faida, pada saat kampanye dan beberapa pertemuan dengan warga Silo.  (edw).

Selasa, 04 Desember 2018

BUS AKAS NEKAT TEROBOS LAMPU MERAH, PENGENDARA MOTOR MEREGANG NYAWA

Jember, Metro Jatim

Kecelakaan lalulintas kembali  terjadi di jalan raya Tanggul. Bus Akas menabrak pengendara sepeda motor di persimpangan lampu merah. Tepatnya di perempatan Yonif 515 Jl. Hoscokroaminoto  Dusun Tekoan Desa Taggul kulon Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. Akibat kejadian naas tersebut, satu orang meninggal dunia dan satu lagi luka - luka. Senin  (03/12/18).


Diduga sopir lalai, bus Akas dengan nopol N 7425 UR, yang dikemudikan oleh Amir Hamzah nekat menerobos lampu merah. Hingga kecelakaan tidak bisa terhindarkan. Bus  Akas patas menabrak dua pengendara motor dengan Nopol P3487KT.


Menurut keterangan Kanit Lantas Polsek Tanggul IPDA Joko Sumargo .dua pengendara motor yang menjadi korban adalah, Putri (16), warga Dusun Krajan Desa Darungan Kecamatan Tanggul mengalami luka - luka dibagian kepala dan kaki, sedangkan rekannya Susi (22) warga Dusun Semboro Lor Kecamatan Semboro Putri (16) meninggal dunia setelah dirawat di Puskesmas Tanggul.


Lebih jauh  Kanit Lantas  mengungkapkan, Bus Akas tersebut melaju dengan kecepatan tinggi datang dari arah Surabaya menuju Jember.

"Dari keterangan sejumlah saksi yang ada di TKP saat kejadian, meski lampu lalu lintas sudah menyala merah namun bus tetap tidak mengurangi kecepatan," Ungkapnya.

Dikatakan oleh joko, saat di TKP korban dari arah Selatan menuju Utara, sedang bus yang dengan kecepatan tinggi tersebut tidak dapat menghindari sehingga terjadi kecelakaan. Hingga kini, satu korban yang meninggal dunia, jenazah masih tersimpan di RSU dr. Soebandi, sedangkan rekannya yang mengalami luka - luka masih dirawat intensif di Rumah Sakit yang sama.

"Saat ini Unit Laka Polres Jember masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut," pungkasnya.


Reporter : Tahrir

Minggu, 02 Desember 2018

Niat Atraksi dengan Motor, Si Penumpang Alami Patah Leher Sampai Meregang Nyawa

Duh dek, ada-ada aja kelakuan

Bermain-main dengan sepeda motor memang tak ada yang melarang. Apalagi bermainnya hanya di sekitar rumah, pasti orangtua setuju saja. Namun kalau bermainnya model-model atraksi, kemungkinan besar bakal enggak dapat acc dari orangtua.


Seperti video yang diunggah oleh akun instagram @fakta.indo. Terlihat ada dua orang remaja putri hendak melakukan atraksidengan motornya. Si pengemudi berniat untuk memperlihatkan kehebatannya dengan mengangkat bagian depan motor. Tapi, atraksi tersebut tidak berakhir dengan baik. Si penumpang terjengkang ke belakang hingga terjatuh. Bahkan kabarnya remaja yang berbaju hijau tersebut mengalami patah leher hingga meninggal dunia.
Duh dek, ada-ada aja sih pakai atraksi motor segala. Apalagi kalian tidak pakai kelengkapan berkendara, khususnya helm. Meskipun kalian hanya bermain-main, sebenarnya helm tetap penting untuk digunakan. Nah, kalau kejadiannya sudah seperti ini, siapa yang akan menyesal? Pasti ya kalian sendiri.
Coba deh buka lagi buku undang-undangnya. Di undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Angkutan Jalan dan Lalu Lintas terdapat dua pasal yang mengatur tentang wajibnya menggunakan helm. Pertama, Pasal 57 Ayat (2) yang di dalamnya tercatat bahwa helm SNI merupakan perlengkapan standar motor. Lalu yang kedua adalah Pasal 106 Ayat (8), jika pengemudi motor dan penumpang wajib menggunakan helm SNI.
Nah, kedua remaja tadi sudah melanggar pasal-pasal tersebut. Jika dilihat dari kacamata hukum, mereka bisa dikenai sanksi. Seperti tercantum pada Pasal 291, siapa saja yang tidak mengenakan helm ketika berkendara bisa dijerat hukum. Si pelaku bisa diancam pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda maksimal sebanyak Rp250 ribu.
Lalu, dua remaja ini juga melanggar Pasal 106. Di sana disebutkan bahwa pengemudi wajib membawa kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi. Sebenarnya, kalau peristiwa ini diusut lebih lanjut, maka mereka terjerat Pasal 283. Di mana mereka yang tidak mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan konsentrasi tinggi bisa dikenai hukuman kurungan penjara paling lama tiga bulan atau denda maksimal Rp750 ribu.

Kamis, 29 November 2018

JEMPOLMU HARIMAUMU, Body Shaming Kini Kena Pidana.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menuturkan, pihaknya mengategorikan hukuman untuk pelaku body shaming dalam dua tindakan.
Baca juga: Tips Menghadapi Body Shaming dari Psikolog Tara de Thouars
"Pertama, jika menghina atau mengejeknya menggunakan media sosial, itu bisa masuk ke Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik sebagaimana telah diubah oleh UU Nomor 19 Tahun 2016. Hukumannya bisa enam tahun penjara," ucap Dedi di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Rabu, 28 November 2018.
Kedua, jika menghina atau mengejek secara langsung atau verbal maka pelaku bisa dikenakan Pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik, dengan ancaman sembilan bulan kurungan.

ADVERTISEMENT
Dedi menjelaskan, hukuman seseorang yang menghina melalui media sosial lebih berat karena ketika hinaan itu diunggah, maka jutaan orang akan langsung mengetahui. Hal itu bisa berdampak buruk pada sisi psikologis orang yang dihina. Tak jarang berujung pada kasus bunuh diri.
"Sedangkan kalau secara langsung, verbal, hanya sedikit orang yang tahu," ucap Dedi.
Namun tentu, perlu ada laporan bagi mereka yang merasa dihina secara fisik. "Kalau melapor saja boleh, tapi apakah unsurnya terpenuhi, nanti penyidik yang menganalisanya dan menetapkan tersangka kan harus melalui mekanisme sesuai SOP," ujar Dedi.
Meski begitu, kata Dedi, hukuman pidana tak langsung diterapkan. Polri akan melakukan mediasi terlebih dulu terhadap pelaku dan korban body shaming . "Coba pendekatan yang lebih humanis. Kalau semua yang lapor, kami tangani, kewalahan," ucap dia.

WABUP MUQIET : Memahami Arti Isi Al - Qur'an Agar Tahu Makna Didalamnya

November 29, 2018
JEMBER UPDATE - Wakil Bupati KH.Muqiet arif hadiri peringatan Maulid Nabi serta tasyakuran dengan sejumlah santri penghafal Al - Qur'an dikecamatan Gumukmas.

Acara yang di kemas dengan santunan yatim piatu serta penghafal Al - Qur'an  di Yayasan MAGHFIROH desa purwoasri kec.gumukmas jember.Rabu(28/11/2018)malam.dengan 32 anak yatim piatu dan 4 anak penghafal Al-Qur'an.

Wakil Bupati Jember KH.Muqiet Arif mengatakan jika pada Kegiatan malam ini adalah peringatan maulid nabi yang dirangkai dengan acara tasyakuran sehubungan dengan ada beberapa santri yang sudah bisa menghafal Al - Qur'an."Ada beberapa santri yang sudah bisa menghafal Al Quran 30 juz serta ada pula 2 juz ini sebagai salah satu bentuk tasyakuran ya jadi dirangkai dengan maulid nabi."ujarya.
Dia menambahkan bahwa ini merupakan sesuatu sangat penting karena menanamkan sejarah sejak dini terhadap generasi muda."mengenalkan Al- Qur'an sejak dini sangat penting,hanya saja memang diharapkan kedepannya anak - anak yang sekarang sudah dikabupaten jember banyak sekali lembaga - lembaga pengajaran Al-Qur'an."imbuhnya.

Lanjut Dia menjelaskan jika dulu hanya sekedar bisa membaca Al-Qur'an,kemudian ditingkatkan bisa membaca Al- Qur'an dengan tajwid yang baik."Setelah itu sangat diharapkan juga bisa memahami makna isi dari pada Al- Qur'an itu yang pada saatnya nanti bagaimana Al-Qur'an itu bisa menjadi pembimbing dalam kehidupan."jelasnya.

Oleh karenanya,wabup menyampaikan meski  sebetulnya tau bahwa Al-Qur'an itu diturunkan sebagai petunjuk guna memahami arti dari Isinya."bagaimana kita akan bisa memahami arti Al-Qur'an kalau kita tidak memahami arti dari Al-Qur'an itu sendiri,Tetapi sebagai langkah awal bagaimana anak - anak ini bisa menghafalkan Al-Qur'an itu sesuatu yang sangat luar biasa." pungkasnya.(bas/rif/kr).

Rabu, 28 November 2018

Drama Vicky Prasetyo dan Angel Lelga Bikin Gerah Masyarakat, 4 Artis Ini Juga Ikutan Komentar!

Mending nonton drama Korea, deh~
Beberapa hari lalu, drama antara Vicky Prasetyo dan Angel Lelga kembali meluap. Beruntung tayangan yang disebut netizen tak mendidik dan kurang berfaedah tersebut kalah pamor dengan kabar perceraian Gading Marten dan Gisella Anastasia. Meskipun begitu, acara penggerebekan Angel Lelga ketika sedang bertemu seorang teman di rumahnya tetap disiarkan di televisi.
Tentu banyak pihak yang gerah, terutama para selebriti yang telah berumah tangga. Mereka menganggap apa yang dilakukan oleh Vicky Prasetyo dan Angel Lelga tak pantas disiarkan di televisi. Berikut,merangkum opini 4 artis terkait drama Vicky dan Angel Lelga—yang disampaikan melalui akun media sosialnya masing-masing.

Deddy Corbuzier, menyebut dirinya alay karena mengikuti drama Vicky dan Angel Lelga

Pada hari penggerebekan Angel Lelga disiarkan secara langsung di televisi (19/11), Deddy Corbuzier juga mengunggah video yang berisi opininya ke kanal YouTube pribadi. Ia memberi judul VICKY PRASETYA – ANGEL LELGA SELINGKUH SETTINGAN !? Pada awal video, ia menyebut dirinya alay.
Sebab, ia merupakan salah satu dari masyarakat yang menonton dan mengikuti perkembangan rumah tangga Vicky dan Angel. Menanggapi dengan tenang, Deddy masih berpikir jernih dan menjelaskan alasan mengapa Angel lebih memilih untuk selingkuh. Kemungkinan kedua, dari awal pernikahan mereka memang hanya sebuah settingan untuk mendongkrak rating.

Nana Mirdad, “contoh buruk jangan ditiru”

Melalui instagram story-nya, Nana Mirdad memberikan opini panjang lebar mengenai prahara rumah tangga Vicky Prasetyo dan Angel Lelga. Meskipun ia tak menyebut nama mereka berdua terang-terangan, tetapi publik sudah tahu bahwa postingan Nana Mirdad ditujukan untuk Vicky dan juga Angel.
Komentar Nana Mirdad terhadap drama Vicky-Angel
Ia menyebut bahwa tayangan televisi Indonesia semakin hari semakin buruk. Ia pun menghimbau pengikut instagramnya untuk tidak meniru apa yang dilakukan Vicky, Angel, serta tim yang ada di balik mereka. Selanjutnya, ia yang telah menikah selama 12 tahun menyatakan bahwa permasalah rumah tangga seharusnya hanya diselesaikan antar suami-istri saja, tak perlu dibawa ke ranah publik.

Ina Thomas, “really sad”

Sama seperti Nana Mirdad, istri Jeremy Thomas, Ina Thomas juga menyiratkan keprihatinannya terhadap masalah rumah tangga selebriti yang dibawa ke ranah publik. Termasuk yang sedang ramai, drama Vicky Prasetyo dan Angel Lelga. Ia mengungkapkan bahwa kejadian di media sosial sungguh menyeramkan.
Komentar Ina Thomas terhadap drama Vicky-Angel
Beruntung, beberapa waktu lalu ketika dirinya diterpa masalah karena foto suaminya dan Sophia Latjuba yang viral enggak sampai berujung drama seperti ini. Bisa-bisa malah diserang netizen lagi, “selebriti drama teriak drama.”

Mytha Lestari, menjadikan drama Vicky-Angel sebagai self reminder

Seperti yang sudah pernah Boombastis.com ungkap sebelumnya, Mytha Lestari tak pernah absen untuk menyuarakan opininya terhadap problema yang tengah viral. Menanggapi drama penggerebekan Angel Lelga, ia menuliskan curhatan di instagram story-nya. Ia menyebut kejadian itu sebagai self reminder.
Komentar Mytha Lestari terhadap drama Vicky-Angel
Agar dirinya juga tak terjerumus dalam hal tersebut. Ia sendiri merasa malu melihat bagaimana permasalahan rumah tangga seseorang, bukannya diselesaikan dengan baik-baik, malah harus melibatkan polisi dan seluruh tetangga-tetangga.

Drama yang dimainkan oleh Vicky Prasetyo dan Angel Lelga ini memang sungguh membuat gerah. Entah motif apa yang tengah disiapkan oleh keduanya di balik ini semua. Beberapa waktu sebelumnya, keduanya juga telah sepakat untuk bercerai, tetapi mengapa semakin hari malah semakin runyam? Kalau Sahabat Boombastis sendiri, bagaimana menanggapi problema rumah tangga Vicky Prasetyo dan Angel Lelga yang “dilelang” ke hadapan publik seperti ini?

Inilah Tarif Tol Sragen-Ngawi Usai Diresmikan Presiden Jokowi, Seminggu Gratis Mulai Pukul 21.00

Rabu, 28 November 2018
Presiden RI Ir. Joko Widodo telah meresmikan jalan tol Solo - Ngawi Segmen (3) Sragen - Ngawi sepanjang 50,9 KM, Rabu (28/11/2018) pagi.

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) meresmikan Jalan Tol Solo- Ngawi segmen Sragen-Ngawi sepanjang 51 kilometer di Rest Area KM 538 Jalan Tol Sragen-Ngawi Desa Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (28/11/2018).
"Dengan mengucap bismillahirrohmaanirrohim, pagi hari ini saya resmikan segmen Sragen-Ngawi sepanjang 51 kilometer," kata Presiden Jokowi sambil menekan tombol sirine peresmian didampingi Mensesneg, Menteri BUMN, Wakil Gubernur Jateng dan Direktur Jenderal Bina Marga Sugiyartanto.
Dengan diresmikan Jalan Tol Solo-Ngawi segmen Sragen-Ngawi, sambung Presiden, maka tidak lama lagi Jalan Tol Jakarta-Surabaya di akhir tahun ini akan tersambung.
"Sebentar lagi dari Jakarta-Surabaya diakhir tahun ini Insya Allah sudah sambung semuanya," tambahnya.
Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), David Wijayatno menyampaikan dibukanya jalan tol segmen Sragen-Ngawi merupakan tahap ketiga dari pengoperasian jalan tol Solo-Mantingan-Ngawi secara keseluruhan.
“Beroperasinya jalan bebas hambatan ini akan memangkas waktu tempuh sekitar 50 %,” jelas David.
"Bila biasanya dari Solo ke Madiun yang biasanya ditempuh sekitar 2,5 sampai 3 jam sekarang bisa kurang dari 1,5 jam. Dengan dioperasikannya jalan tol Solo-Mantingan-Ngawi secara penuh, jalan bebas hambatan ini akan meningkatkan konektivitas daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur." imbuhnya.
Dalam keputusan Menteri PUPR Nomor: 897/KPTS/M/2018 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol pada Jalan Tol Solo-Mantingan-Ngawi.
Dengan menetapkan tarif tol di Jalan Tol yang memiliki total panjang 90,43 kilometer ini sebesar Rp 1.000 per kilometer untuk kendaraan golongan I, Rp 1.500 per kilometer golongan II dan III, serta Rp 2.000 per kilometer untuk kendaraan golongan IV dan V.
Untuk informasi tambahan, dalam seminggu kedepan masyarakat dapat melewati Jalan Tol segmen tersebut dengan tarif Rp 0,- (gratis) pada hari yang sama mulai nanti malam pukul 21.00 WIB.
Pemberlakuan tarif Rp 0,- tersebut akan dilaksanakan selama 1 (satu) minggu sebagai bentuk sosialisasi tarif dan golongan kendaraan sebagaimana diamanatkan dalam Diktum Kelima Kepmen PUPR Nomor: 897/KPTS/M/2018 tersebut. 
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng